Mengenal Lebih Dekat Tentang Kemaliq Ranget

 

KEMALIQ  RANGET

 Penulis: Diya'ul Hidayati Murtadho

Kemaliq merupakan salah satu budaya warisan leluhur Sasak pada zaman dahulu. Kemaliq adalah sesuatu yang suci atau sakral, baik itu berupa tempat, benda, dan lain sebagainya. Dikutip dari buku Lalu Agus Faturrahman, kemaliq merupakan pusat kosmos bumi. Menurut masyarakat suku Sasak, kemaliq di suku Sasak merupakan prasasti yang dimiliki masyarakat Sasak, yang membuktikan bahwa leluhur orang Sasak adalah orang Islam. Kemaliq di suku Sasak biasanya ditandai dengan adanya batu atau  mata air di tempat tersebut.

Berbicara menegenai kemaliq, terdapat beberapa kemaliq di Kabupaten Lombok Barat, salah satunya Kemaliq Ranget. Kemaliq Ranget terletak di Dusun Ranget, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Dusun Ranget merupakan dusun baru yang mekar pada tahun 2014, dan diresmikan pada tahun 2018.

Dilihat dari takepan (sejenis lontar/tempat orang dahulu menulis), kemaliq di Dusun Ranget sudah ada zaman sejak zaman Baloq Alisah atau Baloq Dendeq. Yang dimana, Baloq Alisah merupakan generasi pertama yang menempati Dusun Ranget tersebut. Karena dilihat dari peninggalannya, yaitu berupa Kemaliq Ranget yang berlokasi di tengah hutan.

Kemaliq Ranget merupakan prasasti masyarakat Sasak peninggalan orang Islam, yang digunakan sebagai tempat bertafakkur (mengingat, dan mendekatkan diri kepada Allah) masyarakat Sasak Islam pada zaman dulu. Selain itu, Kemaliq Rangit sering digunakan masyarakat Sasak sebagai tempat untuk melaksanakan acara seperti sunatan, atau aqiqahan.

Kemaliq Ranget ini ditandai dengan adanya batu yang lumayan besar, dan di dekat batu tersebut, terdapat mata air yang dimana jika dilihat dari sisi spiritual dijadikan sebagai obat yang diwakafkan oleh leluhur Dusun Ranget, dan dipercayai dapat menyembuhkan penyakit.

Kemaliq Ranget merupakan salah satu kebudayaan masayarakat Sasak yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Dikarenakan kemaliq merupakan salah satu warisan leluhur yang sangat berharga. Akan tetapi, banyak masyarakat suku Sasak yang tidak mengetahui, dan mengerti tentang kebudayaan kemaliq yang berada di suku Sasak. Sehingga, masyarakat Sasak mengabaikan dan tidak mau ambil pusing mengenai kebudayaan tersebut.

Hal tersebut mengakibatkan kebudayaan di suku Sasak banyak dikuasai atau diambil alih oleh kebudayan asing. Salah satu contohnya yaitu Kemaliq Ranget. Sekarang Kemaliq Ranget lebih dikenal oleh masyarakat suku Sasak sebagai Pura Ranget. Hal tersebut dikarenakan wujud dari Kemaliq Rangit tersebut yang 100% berbentuk seperti pura. Sehingga, banyak masyarakat mengenal bahwa Kemaliq Rangit merupakakn Pura Ranget.

Oleh sebab itu, masyarakat Dusun Ranget berusaha mengangkat kembali budaya Kemaliq Ranget tersebut, agar tidak musnah dan dikuasai orang lain atau budaya lain. Salah satunya dengan cara, masyarakat mulai melakukan acara spiritual seperti berzanji di Kemaliq Rangit  seminggu sekali.

 

 

 

 

Komentar

  1. Masyallah keren bgt,alhamdulillah jadi tau sejarahnya💛

    BalasHapus
  2. masya Allah...semoga tulisanya bisa bermanfaat bagi banyak orang...semangt terus y nulisnya..

    BalasHapus
  3. Masyaallah bagus banget jadi tau sejarah, makasih bnyak buat penulisnyaa

    BalasHapus
  4. baguuuus.......salah cara meluruskan tradisi dan budaya sasak yaitu melalui komentar tulisan sejarah dan budaya yang memilki nilai2 keislaman sehingga pemahan orang2 menjadi baik dan benar.

    BalasHapus
  5. Waaah kerennn👏 tetap semangattt✨

    BalasHapus
  6. Masya Allah.. Tulisan Bagus banget dan sangat bermanfaat kk...

    BalasHapus
  7. MasyaAllah,,,,menambah wawasan ni,,,aku yg awalnya gak tau apa itu kemalik ranget, jadi tau deh setelah baca blog ini.

    BalasHapus
  8. waaaaww baguss, semangat diyaul😊

    BalasHapus
  9. Wih keren,,,, semangatttt trus yak:)

    BalasHapus
  10. Masya Allah bagus banget.... Penjelasannya mudah dipahami... Terimakasih penulis

    BalasHapus
  11. MasyaAllah penjelasan nya sangat bermanfaat ya☺bs jd bahan utk perkuliahan nanti ni😁🙏

    BalasHapus
  12. Tetap terus kepo, biar pengetahuannya mengenai budaya dan ilmu sosial, pendidikan kita seimbang.

    BalasHapus
  13. Maa syaa Allah. Ini nambah wawasan bgt si, tetep berkarya ul, semangat!

    BalasHapus
  14. MasyaAllah bagus banget
    Tetep semangat yooo

    BalasHapus
  15. Tetap menulis Min, semoga tulisan-tulisan selanjutnya memberikan manfaat juga seperti tulisan ini. Terima kasih telah menyuarakan fakta budaya yang ada di sana. Good job, Min.

    BalasHapus
  16. Ditunggu tulisan selanjutnya kk

    BalasHapus
  17. Wiii keren diyyy👏🏻👏🏻👏🏻

    BalasHapus
  18. terima kasih untuk teman-teman semua yang telah membaca dan mengomentari tulisan sy, semoga tulisan ini bisa menambah wawasan teman-teman semua ya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Mula Kemaliq Lingsar (Cerpen)

Kemaliq Ranget, Harta Yang Sangat Berharga